Kapolda Papua Akan Turunkan Tim Gabungan Selidiki Penembakan di Nduga

Antara
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

JAYAPURA, iNews.id - Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, akan mengirim tim gabungan untuk menyelidiki kasus penembakan di Kabupaten Nduga. Tujuannya untuk memastikan tindakan terhadap dua orang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) sudah tepat.

Tim gabungan tersebut terdiri atas Propam Polda Papua dan Pomdam XVII/Cenderawasih. Mereka juga akan mencari tahu kedua anggota KKB yang tewas ini masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

"Tim akan segera disiapkan agar bisa secepatnya ke Kabupaten Nduga guna menyelidiki kasus tersebut," kata Irjen Pol Waterpauw di Kota Jayapura, Papua, Kamis (30/7/2020).

Sebelumnya TNI membantah kabar yang beredar viral di media sosial (medsos) telah menembak dua warga sipil di Kabupaten Nduga, Papua. Kedua korban merupakan anggota KKB.

Kepala Penerangan Kogabwilhan, Kolonel Czi Gusti Nyoman mengatakan, berita yang beredar sebelumnya bahwa TNI telah menembak warga sipil merupakan kabar yang tidak benar.

"Dua orang yang tewas tersebut merupakan anggota KKB, bukan warga sipil," kata Kolonel Gusti.

Perwakilan dari Satgas Yonif PR 330 dan Polsek Kenyam telah bertemu dengan Bupati Nduga terkait kabar viral tersebut. Dalam pertemuan itu, perwakilan TNI menunjukkan barang bukti yakni senjata api jenis pistol.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polda NTT Bentuk Tim Gabungan Usut Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha

57 tahun lalu

Polda Jabar Bentuk Tim Pemburu Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Sadis Wanita di Bandung

57 tahun lalu

Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota HSSBI KKB di Yahukimo, Sita Amunisi

57 tahun lalu

Ditembak Mati! Ini Sepak Terjang Komandan Operasi KKB Yahukimo

57 tahun lalu

Pemasok Senjata KKB Papua Ditangkap di Pasar Sentral Sarmi, Ini Rekam Jejaknya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal