Selain menyebabkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal, peristiwa ini juga menelan korban jiwa. Sebanyak 11 orang ditemukan meninggal dunia, dengan enam di antaranya merupakan anak-anak.
Kasubbid Penmas Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J Manurung sebelumnya mengatakan, sedikitnya 40 rumah dan kios terbakar dalam kejadian tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Selain itu, berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik (Labfor) serta tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua untuk proses olah TKP dan identifikasi korban.
"Sedang kita lakukan olah TKP dan lagi berkoordinasi dengan tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Papua. Karena Polda Papua Tengah ini masih belum ada tim Labfor, jadi masih berkoordinasi dengan tim Labfor dan tim DVI dari Polda Papua," ujarnya.
Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Papua juga telah diterjunkan untuk membantu proses identifikasi korban meninggal dunia. Polisi meminta keluarga korban memberikan waktu agar proses identifikasi selesai sebelum jenazah dimakamkan. Kondisi jenazah yang terbakar parah menjadi kendala utama dalam proses tersebut.
Selain korban meninggal dunia, polisi masih mendata warga yang mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di RSUD Paniai. Pendataan dilakukan terhadap korban dengan kondisi luka ringan, sedang, hingga berat, termasuk warga yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.