Kecam Teror KKB, Aktivis WPNA: Pertumpahan Darah Tak Akan Memberikan Kebebasan

Andi Mohammad Ikhbal
Tokoh West Papua National Authority (WPNA) wilayah Domberai, Markus Yenu. (Foto: Istimewa)

PAPUA, iNews.id - Aksi kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menebar teror terhadap masayarakat di Kabupaten Puncak, Papua, tidak habis-habisnya. Tindakan kelompok yang diusulkan jadi organisasi teroris itu mendapat kecaman dari berbagai pihak, salah satunya aktivis Papua, Markus Yenu.

Diketahui dalam tujuh hari terakhir, kelompok itu selalu memberi ketakutan dan ancaman terhadap masayarakat di Kabupaten Puncak, Papua. Korban jiwa dan korban materiil tak terhindarkan. Bahkan sebagian masyarakat memilih meninggalkan Puncak dan mengamankan diri ke Kota Timika.

Tokoh West Papua National Authority (WPNA) wilayah Domberai, Markus Yenu menegaskan ketidaksepahamannya dengan aksi-aksi yang dilakukan oleh KKB. 

“Dari diri saya sendiri, tentu saya tidak sependapat dengan aksi yang dilakukan oleh KKB. Dari kabar yang beredar lewat hubungan keluarga dari Puncak, ada banyak kesalahpahaman yang terjadi. Tentu ini menyakitkan sebab korban sudah telanjur berjatuhan,” kata Markus Yenu, dalam keterangannya, Sabtu (17/4/2021).

Menurut Markus Yenu, KKB bertindak sangat ceroboh dan tidak dalam pertimbangan yang cukup matang. Meski pihak KKB mengklaim jika korban yang telah dibunuh bagian dari mata-mata aparat keamanan, tindakan semacam itu justru sangat merugikan.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penampakan Senjata Api dan Amunisi Ilegal Diduga Dipasok untuk KKB Papua

57 tahun lalu

Polisi Bongkar Peredaran Amunisi Ilegal di Jayapura, Menantu Purnawirawan TNI Ditangkap

57 tahun lalu

Terungkap! Senpi Ilegal Rp80 Juta Diduga Dibeli dari WNA untuk Jaringan KKB Papua

57 tahun lalu

DPO Pemasok Senjata Api KKB di Papua Ditangkap

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Mamberamo Tengah Papua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal