Sebelum kontak senjata terjadi, TNI telah melakukan pendekatan persuasif agar kelompok bersenjata meletakkan senjata. Upaya tersebut tidak berhasil hingga akhirnya terjadi baku tembak.
Brigjen Riyanto menegaskan pengamanan tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap kelompok bersenjata. Menurut dia, keselamatan masyarakat menjadi bagian utama dalam setiap operasi yang dilakukan prajurit di lapangan.
"Ketegasan terhadap ancaman dan perlindungan terhadap masyarakat harus berjalan bersama. Setiap tindakan prajurit harus terukur, selektif, profesional, dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan akhirnya bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, tetapi menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya dengan tenang," ujar Brigjen Riyanto, Jumat (25/9/2026).
Sementara Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan keberadaan kelompok tersebut sebelumnya terdeteksi melalui pemantauan pesawat nirawak atau drone. Pasukan kemudian dikerahkan untuk mendekati lokasi.
"Pasukan dari Timsus Yonif 315 Garuda serta Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III kemudian bergerak, mendekati mereka dan sebelum kontak senjata terjadi, kita telah terlebih dahulu melakukan berbagai upaya persuasif, mengetuk hati mereka agar mau meletakkan senjata demi kedamaian tanah Papua," ujar Letjen Lucky.