Dia menyebutkan, sembilan wanita yang dibawa paksa oleh OPM, terdiri atas anak-anak yang masih duduk di kelas 3, kelas 4, dan kelas 6 SD. Selain itu, terdapat perempuan berusia 18 tahun serta remaja berusia 17 tahun yang disebut sedang hamil muda.
Ketika kelompok tersebut membawa sembilan warga, dua ibu rumah tangga berusaha mempertahankan anak mereka. Namun, keduanya justru menjadi korban.
Salah satu korban, Neregingget Magai tewas ditembak di lokasi kejadian. Sementara itu, Inkolung Aim dilempar ke jurang hingga mengalami patah tulang kaki.
Aparat masih berupaya menemukan lokasi keberadaan sembilan warga tersebut dan memastikan keselamatan mereka. "Harapan saya selaku Dandim semoga warga ini bisa segera ditemukan dan selamat. Semoga prajurit yang melakukan pengejaran ini Allah berikan kemudahan," ucapnya.