Miris, Distrik di Kaimana Ini Masih Sulit Dapat Air Bersih dan Belum Ada Listrik

Rahman
Kepala SMP Negeri Kambrauw Joni Madmuar saat menceritakan kondisi di lingkungan sekolahnya. (Foto: iNews/Rahman)

“Memang kami ada genset yang selama ini dipergunakan untuk penerangan pada malam hari untuk siswa belajar. Namun, mahalnya bahan bakar minyak menyebabkan jumlah jam operasionalnya dikurangi,” katanya.

Dia berharap, dengan Program Papua Terang saat ini, PLN Kaimana dapat mengaktifkan PLTS di Kampung Sunua sehingga mereka bisa dapat terbantu.

Berkaitan dengan jumlah tenaga guru, untuk saat ini di SMP Negeri Kambrauw memiliki sebanyak 11 tenaga pengajar. Tiga guru PNS, 6 guru PPPK dan 2 lainnya merupakan guru honor.

Kendati demikian, dengan segala keterbatasan pengawasan terhadap siswa di asrama terus dilakukan dengan memaksimalkan peran masing-masing guru pengasuh.

“Jadi ada pengasuh untuk asrama putri dan ada juga pengasuh untuk asrama putra. Saat ini kami mendapat bantuan juga 2 tenaga guru dari Yayasan Tangan Harapan yang membantu melakukan pendampingan terhadap para siswa di sekolah ini, yang rata-rata orang asli Papua,” ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
26 hari lalu

2 Bocah di Bangkalan Satroni Sekolah, Embat Uang Rp1,5 Juta hingga Makan di Ruang Guru

29 hari lalu

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Siswa di Lampung Selatan Belajar Daring

2 bulan lalu

Asrama Polres Mamberamo Tengah Terbakar Hebat, Api dari Salah Satu Barak Personel

2 bulan lalu

Hacker Peretas Ratusan Website Universitas hingga Perusahaan Ditangkap, Akses Data Dijual

3 bulan lalu

Kebakaran Dapur MBG di Ransiki Manokwari Selatan, 1 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal