Salah satu korban, Neregingget Magai, tewas tertembak di lokasi kejadian. Sementara itu, korban lainnya, Inkolung Aim, dilempar ke jurang hingga patah tulang kaki.
Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Teuku Jozanda mengatakan, setelah menerima laporan mengenai sembilan warga yang dibawa paksa, personel langsung dikerahkan untuk melakukan pengejaran.
"Serangan terjadi di pagi hari, mereka menembak, kita membalas kemudian mundur. Saat itu kita konsolidasi. Kemudian kita mendapat laporan dari masyarakat setempat bahwa ada beberapa warga yang dipaksa dibawa," ujar Letkol Inf Teuku Jozanda.
Dia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan biadab dan tidak manusiawi. Aparat berharap sembilan warga yang dibawa paksa segera ditemukan dan dipastikan dalam kondisi selamat.
"Kita adalah makhluk berakal dan kita paham perbuatan itu adalah perbuatan yang biadab, tidak manusiawi dan keji. Kemudian tindak lanjutnta kita merespons dengan mengirimkan tim Satgas untuk mengejar pelaku," ucapnya.