Peninggalan Perang Jenderal Mac Arthur saat Rebut Papua dari Jepang

Andi Mohammad Ikhbal
Peninggalan sejarah perang dunia II di Hamadi Jayapura. (Foto: Antara).

Tiga hari kemudian Jenderal MacArthur menyatakan Manila sebagai kota terbuka dan pindah ke Corregidor. Dua minggu kemudian, di bawah tekanan berat tentara Jepang, pasukan Amerika di Filipina ditarik ke Bataan (Teluk Manila).

Mereka meneruskan perlawanan terhadap Jepang selama tiga bulan. Pada Maret 1942, Presiden Franklin Roosevelt memerintahkan Mac Arthur dan keluarganya menuju ke Melbourne. Saat itu dia memiliki tugas khusus.

Mac Arthur yang harus melindungi Australia, dia memutuskan perjalanan melalui jalur laut. Ketika itu Jepang berusaha mengurung Port Moresby (Pelabuhan Jayapura) lewat pantai selatan Irian (sekarang Papua).

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
24 jam lalu

Polda Papua Hentikan Penyidikan 5 Tersangka Ledakan Mortir di Biak, Seluruhnya Tewas

2 hari lalu

Terungkap, Bom Sisa PD II di Biak Numfor Meledak gegara Digergaji 5 Warga

2 hari lalu

Update Ledakan Bom PD II di Biak Numfor, 9 Korban Tewas Teridentifikasi

9 hari lalu

Penampakan Senjata Api dan Amunisi Ilegal Diduga Dipasok untuk KKB Papua

9 hari lalu

Polisi Bongkar Peredaran Amunisi Ilegal di Jayapura, Menantu Purnawirawan TNI Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal