Penyerangan terhadap Kapolda Disebut Prosesi Adat, Ini Penjelasan soal Tarian Weita

Andi Mohammad Ikhbal
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri diserang saat berada di rumah duka Wakil Gubenur Papua Klemen Tinal di Kota Jayapura, Sabtu (22/5/2021) malam. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

JAYAPURA, iNews.id - Aksi anarkistis yang sempat terjadi di rumah duka Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, sempat dianggap sebagai prosesi adat. Ritual tersebut dinamakan Tarian Weita, untuk menyambut kedatangan jenazah.

Namun dari informasi yang dihimpun iNews.id, tarian ini dikhususkan untuk menyambut jenazah yang meninggal tak wajar, seperti kecelakaan, akibat penganiayaan dan bukan lantaran sakit, seperti yang dialami mendiang Klemen Tinal.

Kemudian gerakan tarian ini seperti orang melakukan tumbuk tanah. Selain itu harus ada rundown acara. Kemudian para perempuan memakai pakaian adat. Umumnya acara tersebut berlangsung di pantai dan para penari membalut tubuh dengan lumpur.

Insiden yang terjadi di rumah duka Wagub Klemen Tinal di Kota Jayapura, dipastikan aksi anarkistis, bukan adat. Indikasinya, massa melampiaskan kemarahannya.

Dugaan penyerangan terhadap Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri terjadi pada Sabtu (22/5/2021) lalu. Warga memang tampak menari sambil melempari rombongan pengantar jenazah yang baru saja tiba di rumah duka.

Ada anggapan aksi tersebut bukanlah penyerangan, namun tarian adat menyambut kedatangan jenazah. Kepercayaan ini sebagai bentuk kehilangan sosok yang berarti bagi warga.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penampakan Senjata Api dan Amunisi Ilegal Diduga Dipasok untuk KKB Papua

57 tahun lalu

Polisi Bongkar Peredaran Amunisi Ilegal di Jayapura, Menantu Purnawirawan TNI Ditangkap

57 tahun lalu

Brutal! Pria Mabuk Bacok 2 Warga di Jembatan Merah Youtefa Jayapura

57 tahun lalu

Polda Papua Siaga Penuh Jelang Persipura vs Adhyaksa, Kerahkan 700 Personel Gabungan

57 tahun lalu

PLBN Skouw Siagakan Posko Terpadu Idulfitri 1447 H, Antisipasi Arus Mudik Lebaran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal