Keluarga korban, Nabila mengatakan Syarif bersama dua rekannya masuk ke kawasan hutan Wania pada Jumat (3/7/2020) sekitar pukul 10.00 WIT untuk berburu. Namun hingga pukul 16.00 WIT, Syarif mengabarkan ke keluarganya jika dirinya tersesat di dalam hutan belantara.
"Korban diketahui masuk hutan untuk berburu sekaligus mengecek jerat yang mereka pasang. Setelah itu, korban terus masuk ke dalam hutan sehingga tidak tahu lagi jalan untuk kembali ke tempat semula," kata Monce.
Kantor SAR Timika yang menerima laporan dari keluarga korban berupaya melakukan pencarian, namun terhambat kondisi medan yang berawa dan hari semakin gelap. Korban baru ditemukan pada Sabtu (4/7/2020) sekitar dua kilometer dari lokasi semula dia berada bersama kedua rekannya.
"Korban dalam keadaan sehat, namun kondisinya lemah. Anggota kami hendak membawa ke rumah sakit, namun korban tidak mau sehingga kami serahkan kembali ke keluarga," ujar Monce.
Saat tersesat di dalam hutan Wania, korban bermalam di sebuah pondok milik para petani yang membuka lahan di kawasan itu untuk dijadikan kebun.