Jelang Peringatan 1 Desember, Masyarakat Papua Dinilai Tak Butuh Kemerdekaan

Andi Mohammad Ikhbal
Kapolda Papua dan Pangdam mengunjungi masyarakat. (Foto: Dok iNews).

Peneliti dari Papua Center Universitas Indonesia, Bambang Shergi Lhaksmono menilai, semangat demo antiNKRI yang dilakukan gerakan-gerakan separatis dipicu ketidakadilan ekonomi dan kekuasaan politik.

Peringatan 1 Desember harus jadi agenda para elite di daerah untuk berusaha memenuhi berbagai kepentingan masyarakatnya.

"Musuh dari Papua itu bukan pemerintah Indonesia. Melainkan kemiskinan dan ketidakadilan," katanya.

Karena persoalan mendasar bagi masyarakat Papua yakni kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan yang harus dicari akar solusinya. Adanya gerakan separatis dari kelompok OPM juga sudah tidak relevan lagi sekarang.

"Bagi saya soal referendum tidak perlu dibahas, karena sudah selesai dan sudah final, Papua bagian dari Indonesia," kata peneliti LIPI, Adrianna Elisabeth.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
1 hari lalu

Satgas Damai Cartenz Tangkap 2 Pria di Jayapura, Kasus Peredaran Senjata dan Amunisi Ilegal

3 hari lalu

Momen Haru 449 Prajurit TNI Kembali ke Blora usai Setahun Bertugas di Papua

6 hari lalu

Gempa Besar Magnitudo 5,9 Guncang Sarmi Papua

7 hari lalu

Situasi Maybrat Kondusif usai Kontak Senjata Tewaskan 3 Komandan OPM

7 hari lalu

Identitas 3 Komandan OPM Tewas Ditembak TNI di Maybrat, Salah Satunya Manfred Fatem

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal