Prajurit TNI Temukan Suku Cadang Senjata dan Amunisi Ilegal, Diduga untuk KKB

Edy Siswanto
Prajurit TNI menggelar perkara hasil razia di Jalan Poros Jayapura-Wamena. (Foto: iNews/Edy Siswanto).

JAYAPURA, iNews.id - Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini menggagalkan dugaan penyelundupan suku cadang senjata api dan puluhan amunisi aktif. Barang-barang ini akan dikirim ke wilayah Pegunungan Papua.

Penemuan suku cadang senjata dan amunisi ilegal ini didapati satgas saat menggelar razia di Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena, Jumat (12/3/2021).

Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan, dalam razia tersebut seorang warga sipil yang mengangkut sejumlah sembako, membawa suku cadang senjata api beserta amunisi aktif menuju wilayah Kabupaten Jayawijaya.

"Kemungkinan besar, mereka sudah mulai memasukkan senjata secara bagian demi bagian," kata Brigjen TNI Izak di Kota Jayapura, Papua, Senin (15/3/2021).

Suku cadang senjata api ini diduga barang-barang yang dipesan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Selain modus baru pengiriman senjata, dugaan sementara senjata milik komplotan tersebut sudah mulai rusak.

"Jadi ada kemungkinan juga senjata api mereka (KKB) sudah rusak," ujarnya.

Dengan adanya temuan ini, personel gabungan TNI-Polri diminta lebih waspada dengan aksi penyelundupan serupa. Mulai dari barang-barang ilegal dan senjata api.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
8 hari lalu

Malam Mencekam di Yahukimo, Warga Sipil Luka-Luka Dibacok Pelaku Diduga KKB

9 hari lalu

Identitas Polisi Korban Penembakan KKB di Tolikara, Bripda Jhon Galu Anggota Polsek Ilu

10 hari lalu

5 Tersangka Pembunuh Bripka Fredy Awes Ternyata Anggota KKB, 2 Orang Tewas 3 DPO

13 hari lalu

Polda Malut Ungkap Berbagai Senpi Ilegal, Ada dari Filipina untuk Dijual ke KKB di Papua

20 hari lalu

Teror Penembakan di Festival Lembah Baliem, Pelaku Diduga Anggota KKB Egianus Kogoya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal