Tarian Suanggi juga dianggap masyarakat sebagai bagian penting dari ritual. Sebab tari-tarian ini dapat membawa keberuntungan dan berkat kepada masyarakat.
Biasanya, Tari Suanggi ditampilkan para penari yang menggunakan kostum tradisional yang terbuat dari daun dan bulu burung. Kostum ini dihiasi dengan warna-warna cerah yang mencerminkan kekayaan alam Papua. Musik yang mengiringi tarian ini sering kali menggunakan alat musik tradisional seperti gendang dan seruling.
Gerakan Tari Suanggi mencerminkan berbagai aspek kehidupan sehari-hari suku Asmat, seperti berburu, menangkap ikan dan aktivitas dalam kehidupan komunitas. Ketika penari melompat dan berputar dengan lincah, mereka juga mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan.
Tari Suanggi memiliki banyak makna dalam budaya Papua. Pertama, tarian ini ekspresi rasa syukur kepada alam dan dewa-dewa yang dipercayai Suku Asmat. Mereka percaya dengan menampilkan tarian ini akan mendapat memohon perlindungan dan berkat dari alam.
Tarian perang atau Tari Tobe merupakan tarian tradisional suku Asmat. Tarian perang atau Tari Tobe sering digunakan apabila ada upacara-upacara adat tertentu.