Sebelum penyisiran, seluruh personel mengikuti pengarahan di Pos Kotis Susumuk untuk membagi sektor pencarian dan menentukan sasaran operasi. Tim Gabungan Sektor Alfa kemudian menemukan senjata Caracal beserta amunisinya pada pukul 12.25 WIT, dengan Anton Fatem turut mendampingi personel di lapangan.
Di sisi lain, Tim Gabungan Sektor Bravo masih melakukan pencarian senjata K3 Daewoo. Tim bergerak menuju titik yang diduga menjadi lokasi penyimpanan senjata tersebut dengan pendampingan Yesias Fatem. Hingga laporan perkembangan operasi pada 16 Oktober 2026, senjata itu belum ditemukan.
Kapenrem 181/PVT Mayor Inf Triyana mengatakan, kedekatan aparat dengan masyarakat turut membantu pelaksanaan tugas keamanan, termasuk dalam memperoleh informasi mengenai keberadaan senjata yang dirampas.
Menurutnya, penyerahan diri sejumlah tokoh OPM dan keterlibatan mereka dalam pencarian menjadi bagian dari pendekatan persuasif untuk mendukung penyelesaian persoalan keamanan di wilayah Maybrat.
Penemuan senjata Caracal beserta 17 butir amunisi menjadi perkembangan dalam upaya pemulihan persenjataan milik TNI setelah penyerangan pos militer di Kampung Sory. Namun, pencarian belum selesai karena satu pucuk senjata K3 Daewoo masih belum ditemukan.
TNI melanjutkan upaya pencarian untuk memastikan keberadaan senjata tersebut sekaligus mendukung pemulihan keamanan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.