“Saya harap dalam pengambilan keputusan saya, itu diwarnai oleh keikhlasan dari rekan-rekan semua. Bukan karena takut dengan pimpinan, tapi karena kita kerja dengan ikhlas,” katanya.
Brigjen Hengki mengatakan, status Polda Papua Barat Daya sebagai institusi baru harus menjadi peluang untuk membangun identitas yang kuat. Dia tidak ingin keberadaan Polda baru hanya berhenti pada perubahan struktur organisasi.
Menurutnya, Polda Papua Barat Daya harus mampu menunjukkan keunggulan yang membedakannya dari wilayah lain.
“Walaupun kita ini Polda baru, tapi jadilah bunga yang berbeda di tengah taman. Artinya, kita harus memiliki diferensiasi. Dalam pelaksanaan tugas kita ke depan, kita harus berbeda, ada nilai lebih Polda Papua Barat Daya dalam pelaksanaan pengabdian daripada Polda-Polda lainnya,” ucapnya.
Brigjen Hengki juga menekankan keberhasilan organisasi tidak boleh bergantung pada satu sosok pemimpin. Dia menyebut kekuatan tim menjadi faktor utama dalam membangun institusi yang solid.