PONTIANAK, iNews.id – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji turut menyikapi kapal asing asal China yang tiba-tiba masuk ke perairan Sungai Kapuas, Kota Pontianak. Dia meminta agar empat anak buah kapal (ABK) segera diisolasi dan diperiksa kesehatannya untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.
“Segera diisolasi agar jangan sampai membuat warga resah,” kata Sutarmidji di Pontianak, Sabtu (1/2/2020).
Sementara itu, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Polair Polda Kalimantan Barat (Kalbar) menduga kapal asal Guangzhou, China, yang bersandar di perairan Sungai Kapuas, masuk ke Indonesia secara ilegal. Ini diketahui dari hasil pemeriksaan sementara kapal yang membawa empat ABK dan alat berat.
“Kapal itu diduga tidak memiliki dokumen dan masuk secara ilegal ke perairan Indonesia, apalagi membawa ABK asal Tiongkok,” kata Dirpolair Polda Kalbar Kombes (Pol) Benyamin Sapta.
Benyamin mengatakan, pemeriksaan kesehatan juga sudah dilakukan terhadap keempat ABK kapal China untuk mengantisipasi masuknya virus korona ke Pontianak. “Kami dalam hal itu sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap warga Tiongkok tersebut yang hasilnya negatif atau sehat,” katanya.