Dalam proses pemadaman, seorang petugas dilaporkan mengalami kekurangan oksigen dan nyaris pingsan. Petugas tersebut kemudian mendapat pertolongan dari tim medis di sekitar lokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi Mustari Affandi menjelaskan, angin kencang menjadi salah satu kendala utama selama proses pemadaman. Asap hitam pekat juga menyulitkan petugas mendekati sumber api. Setelah padam, petugas langsung melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
"Api akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan pemadaman selama sekitar dua jam," ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Para penghuni rumah dinas diketahui dalam kondisi selamat, sedangkan kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
Sebanyak delapan rumah dilaporkan terdampak dan hangus terbakar. Polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena pemeriksaan tempat kejadian masih berlangsung. Petugas telah memasang garis polisi di sekitar lokasi. Kepolisian akan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari sumber api dan memastikan penyebab kebakaran.
Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Namun, jumlah pasti kerugian masih menunggu hasil pendataan terhadap bangunan dan barang milik penghuni yang terbakar.