PELALAWAN, iNews.id – Aksi perampokan sadis menggemparkan warga Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Rabu (17/6/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Seorang kasir perusahaan supplier buah kelapa sawit, PT Malika Putri Tunggal, bersimbah darah setelah ditikam puluhan kali oleh pelaku yang nekat menggasak uang perusahaan senilai Rp100 juta.
Korban diketahui bernama Putriani Tamba (24), warga Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar. Akibat mempertahankan uang perusahaan, korban harus menderita lebih dari 20 luka tusukan di sekujur tubuhnya.
Menurut keterangan Manager PT Malika Putri Tunggal, Topu Situmorang, aksi keji tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) kantor sebelum akhirnya dirusak oleh pelaku.
Peristiwa bermula ketika pelaku datang seorang diri mengendarai sepeda motor. Awalnya, pelaku berniat mencairkan dana hasil penjualan buah sawit yang telah dibongkarnya di pabrik PT Sri Indrapura Sawit Lestari (PT SISL).
"Setelah buah sawitnya dibayar oleh kasir, tidak berselang lama tiba-tiba pelaku merangsek masuk ke dalam ruangan kasir yang kebetulan pintunya sedang tidak terkunci," ujar Topu Situmorang, Kamis (18/6/2026).
Di dalam ruangan, pelaku langsung menodong korban dan meminta seluruh uang tunai diserahkan. Karena korban berani menolak dan mencoba mempertahankan uang tersebut, pelaku secara membabi buta menusuk korban puluhan kali hingga terkapar tak berdaya di lantai.
Setelah melumpuhkan korban, pelaku langsung menggasak uang tunai di dalam laci kasir yang diperkirakan mencapai Rp100 juta, lalu kabur melarikan diri. Ironisnya, saat kejadian, pihak keamanan perusahaan baik dari kepolisian maupun sekuriti sedang tidak berada di tempat.
Meski mengalami luka parah, korban menunjukkan keberanian luar biasa. Sebelum tak sadarkan diri, Putriani sempat meraih ponselnya untuk meminta pertolongan.
Hal ini dikonfirmasi oleh Agung Pratama, rekan kerja korban yang berada di satu kantor.
"Sebelum korban pingsan, dirinya sempat menghubungi teman satu kantornya. Korban mengabari kalau dia sudah menjadi korban perampokan dan meminta tolong untuk segera dibawa ke rumah sakit," kata Agung.
Mendengar kabar tersebut, rekan-rekan korban langsung bergerak cepat. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Efarina di Kota Pangkalan Kerinci. Beruntung, nyawa korban masih berhasil diselamatkan.
Tim medis menyatakan korban mengalami lebih dari 20 luka tusuk, dengan luka terparah berada di bagian kepala, punggung, dan pinggang.