Biografi Opu Daeng Risadju, Pahlawan Nasional Perempuan asal Sulawesi Selatan

Chocholie Cheline Gioh
Biografi Opu Daeng Risadju, sosok pejuang dan pahlawan nasional perempuan asal Sulawesi Selatan. (Foto: Facebook/Amiruddin Kamli)

Karena dukungan rakyat yang sangat besar, Belanda menahan Famajjah supaya tidak melanjutkan perjuangannya di PSII. Belanda bekerja sama dengan controleur afdeling Masamba dan menganggap Famajjah menghasut rakyat dan melakukan tindakan provokatif agar rakyat tidak lagi percaya kepada pemerintah. 

Opu Daeng Risadju diadili dan dicabut gelar kebangsawanannya. Setelah berbagai ancaman dari Belanda agar menghentikan kegiatannya di PSII, dia akhirnya dipenjara selama 14 bulan pada tahun 1934.

Pada masa revolusi, Opu Daeng Risadju kembali aktif bersama pemuda Sulawesi Selatan berjuang melawan NICA yang kembali menjajah Indonesia. Karena aksinya tersebut, dia menjadi buronan nomor satu selama NICA di Sulawesi Selatan. Dia pun akhirnya tertangkap di Lamtoro dan dibawa ke Watampone dengan berjalan kaki sepanjang 40 km.

Penyiksaan yang dilakukan Belanda dan Ketua Distrik Bajo (Ludo Kalapita) membuat Opu Daeng Risaju menjadi tuli seumur hidup. Dia ditahan di penjara Bone selama 1 bulan tanpa diadili, kemudian dipindahkan ke penjara Sengkan, lalu pindah lagi ke Bajo.

Setelah 11 bulan menjalani tahanan, Famajjah kemudian dibebaskan tanpa diadili. Famajjah kembali ke Bua dan menetap di Belopa. Pada 1949, Famajjah pindah ke Pare-Pare bersama anaknya Haji Abdul Kadir Daud. 

Pada 10 Februari 1964, Opu Daeng Risaju wafat dalam usia 84 tahun. Pemakamannya dilakukan di kuburan Raja-Raja Lokkoe di Palopo tanpa adanya upacara kehormatan.

Itulah Biografi Opu Daeng Risadju, sang sosok pejuang perempuan sekaligus pahlawan nasional asal Sulawesi Selatan.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
19 hari lalu

Buaya Berkeliaran di Sawah Warga Wajo, Petani Nyaris Injak Langsung Loncat

20 hari lalu

Wanita di Gowa Ditangkap terkait Dugaan Penipuan Skincare, Korban Rugi Rp400 Juta

1 bulan lalu

Viral Bendungan Kampili Gowa Jadi Wisata Dadakan, Air Surut selama Kemarau

1 bulan lalu

Terungkap! 11 Korban Tewas Kebakaran Pasar di Paniai Warga Perantauan asal Sulsel

1 bulan lalu

Makam Nenek 81 Tahun di Takalar Dibongkar Polisi, Keluarga Curiga Kematian Tak Wajar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal