Ibu dan Bayi Meninggal Dunia saat Persalinan, Begini Penjelasan RSUD Bulukumba

Andi Mohammad Ikhbal
Direktur RSUD Bulukumba, dr Abdur Rajab. (Foto: Istimewa).

Setelah dilakukan induksi pada Jumat (7/8/2020) pukul 07.00 WIT pagi, dan pukul 08.35 WIT air ketuban pecah. Pasien sempat syok sekitar pukul 09.30 WIT, sehingga dilakukan upaya penyelamatan.

Namun pasien meninggal dunia pukul 10.15 WIT usai mendapat tindakan dari tim medis. Berdasarkan kriteria klinis penyebab kematiannya, pasien mengalami emboli air ketuban.

Kondisi ini terjadi ketika air ketuban masuk dan bercampur ke dalam sistem peredaran darah menuju jantung. Masalah ini memang menjadi salah satu komplikasi persalinan yang jarang terjadi.

Usai pasien meninggal dunia, dokter memberikan penjelasan kepada keluarga bahwa tindakan operasi sangat kecil kemungkinannya dapat menyelamatkan bayi dalam kandungan korban.

Pihak rumah sakit siap menfasilitasi pertemuan antara pihak keluarga almarhumah dengan dokter yang menangani almarhumah. Dengan begitu diharapkan tidak ada kesalahpahaman.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
31 hari lalu

Polri Gerak Cepat, Evakuasi Ibu Hamil dan Lansia Korban Reruntuhan Gempa NTT Naik Helikopter

1 bulan lalu

Dengar Teriakan Perempuan, Warga Tangkap Oknum Polisi di Bulukumba dalam Kamar Kos

1 bulan lalu

Tsunami Terdeteksi Terjang Baubau dan Bulukumba usai Gempa NTT M7,7

1 bulan lalu

Perjuangan Polisi Evakuasi Ibu Hamil di NTT, Tempuh Laut Gelap demi Keselamatan

2 bulan lalu

Minta Maaf, Gubernur Lampung Janji Perbaiki Jalan usai Viral Ibu Lahiran di Mobil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal