Interpelasi Akan Ungkap Anggota DPRD Makassar yang Diduga Peras Camat

iNews
Ilustrasi. (Foto: Okezone)

MAKASSAR, iNews.id – Langkah sejumlah anggota DPRD Makassar mengajukan hak interpelasi mendapat dukungan dari warga. Hak itu digunakan untuk meminta keterangan kepada Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto atas kebijakannya menonaktifkan 15 camat dari jabatannya untuk sementara waktu.

Menurut warga, interpelasi bakal mengungkapkan anggota DPRD yang diduga menerima dana 30 persen dari camat dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Para camat diduga telah memberikan dana 30 persen kepada sejumlah anggota DPRD Makassar karena dipaksa. Namun, belum diketahui siapa saja anggota DPRD yang diduga menerima aliran dana.

Para camat diharapkan hadir untuk membongkar siapa saja oknum anggota DPRD yang senang meminta dana dari camat dan kepala SKPD. Sebab, sejumlah anggota DPRD Makassar yang diduga meminta dana tidak memenuhi panggilan polisi.

“Interpelasi ini akan membuka fakta siapa saja anggota Dewan yang terlibat dalam korupsi dana sosialisasi, dan memeras camat serta kepala SKPD,” kata warga Kota Makassar, Beni Iskandar, Sabtu (9/6/2018).

Direktur Komite Pemantau Legislatif Sulawesi Selatan Musaddaq mengatakan, hak interpelasi adalah hak politik anggota DPRD. Hak ini diatur dalam konstitusi. Anggota DPRD meminta keterangan kepada Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto atas kebijakan pemerintah yang dianggap penting dan strategis.

Hak ini digunakan DPRD Makassar setelah Wali Kota Danny Pomanto akan menonaktifkan 15 camat dari jabatannya untuk sementara waktu. Alasan penonaktifan camat bermacam-macam. Ada camat yang diduga terlibat kasus hukum dan ada juga yang mengundurkan diri. Para camat diminta fokus dengan masalah hukum di kepolisian.

“Langkah yang dilakukan Danny Pomanto mestinya didukung oleh semua pihak. Sebagai upaya pemberantasan korupsi di Kota Makassar,” kata Musaddaq.

DPRD Makassar diharapkan mengajukan hak interpelasi bukan karena niat ingin menjatuhkan wali kota, tapi membongkar masalah yang terjadi antara oknum anggota DPRD dengan camat. “Publik akan semakin pesimistis jika persoalan korupsi mendapatkan pembelaan dari legislatif,” katanya.

Sementara Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto sebelumnya yang baru aktif kembali usai cuti, mengaku berang dengan sejumlah persoalan internal Pemerintahan Kota (Pemkot) Makassar. Sejumlah program untuk peningkatan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik terkesan jalan di tempat. Dengan banyaknya keluhan masyarakat, Danny mengaku akan melakukan evaluasi di tubuh Pemkot Makassar, termasuk melakukan rotasi.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jadwal dan Lokasi Salat Iduladha di Makassar, Dipusatkan di Lapangan Karebosi

57 tahun lalu

Pemkot Makassar Ajukan Rp375 Miliar untuk Biaya Perbaikan Gedung DPRD Dibakar Massa

57 tahun lalu

Bantu Polisi Selidiki Kasus Ibu Kandung Bunuh Bayi, Pemkot Makassar Kerahkan Psikolog

57 tahun lalu

Danny Pomanto Terima Kunjungan Kehormatan Yonmarhanlan VI Makassar

57 tahun lalu

PDIP Usung Danny Pomanto di Pilgub Sulsel, Andi Sudirman Batal Lawan Kotak Kosong

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal