TANA TORAJA, iNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, semakin meluas. Kobaran api telah merembet mendekati area permukiman padat penduduk.
Kebakaran terbaru menerjang kawasan Kelurahan Tampo di Kecamatan Mengkendek serta Kelurahan Mebali di Kecamatan Gandangbatu Sillanan. Tambahan area terbakar seluas 6 hektare di dua lokasi ini melonjakkan akumulasi luasan karhutla di Tana Toraja hingga mencapai lebih dari 90 hektare.
Kondisi itu terjadi lantaran titik kobaran api hanya berjarak sekitar 100 meter dari pemukiman penduduk. Tim Satgas Karhutla gabungan yang terdiri atas Balai Dalkarhut Wilayah Sulawesi, KPH Saddang I, Manggala Agni, TNI-Polri, Damkar Tana Toraja, BPBD, serta warga lokal berjuang keras memadamkan api agar tidak menghanguskan rumah-rumah warga.
Penanganan karhutla di area Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Area Penggunaan Lain (APL) ini memakan waktu jam-jaman akibat kendala medan pegunungan yang terjal serta sulitnya pasokan air.
"Kondisi medan pegunungan dan minimnya ketersediaan air menjadi kendala utama kami dalam mengendalikan titik api. Selain itu, sarana dan prasarana penanganan karhutla di daerah juga masih terbatas," ujar Kepala UPT KPH Saddang I, Kadang, Kamis (3/9/2026).
Berdasarkan hasil pemetaan awal, penyebab maraknya Karhutla di Kabupaten Tana Toraja diduga kuat dipicu oleh aktivitas warga yang membuka lahan perkebunan baru dengan cara dibakar.