Makassar Mesti Waspadai Lonjakan Covid, DPRD: Ruang Perawatan Harus Mulai Disiapkan

Vivi Riski Indriani
Tim dokter di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar menangani pasien suspect virus korona. (Foto: Sindonews).

Meski begitu, dia tidak menyarankan pasien positif yang terjaring dari hasil tracing dan testing dirawat di puskesmas, karena itu harus ada tempat lain.

"Sebaiknya jangan di puskesmas, karena itukan pusat pelayanan umum sehingga susah kita batasi antara tempat tidur yang satu dan yang lainnya. Pasti juga masyarakat tidak mau lagi datang nantinya," katanya.

Begitu juga kebijakan PPKM mikro, kata dia, tidak bisa dibatasi hanya sampai pukul 20.00 WITA. Sebab penularan virus corona ini tidak mengenal waktu.

"Covid-19 itu kan tidak memandang siang atau malam. Kalau saya melihat pembatasan maksimal 50 persen untuk tempat usaha itu perlu diperketat lagi," ujar Ari Ashari.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
3 hari lalu

Terekam Video! Remaja Bonceng Tiga di Motor Tabrak Polisi saat Razia di Makassar

5 hari lalu

Sempat Melawan dan Dihalangi Keluarga, Pencuri Aksesori Tower Ditangkap di Makassar

7 hari lalu

Bentrok Geng Motor di Makassar, 1 Orang Tewas Kena Busur 1 Luka Berat

7 hari lalu

Pura-Pura Temui Teman Kencan di Kos, Pria di Makassar Todongkan Pisau dan Rampas HP Mahasiswi

7 hari lalu

Kasus Influenza A Melonjak di Sidoarjo, Rumah Sakit Tambah Ruang Darurat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal