Raymond Pierre Paul Westerling, Pembantai Rakyat Sulawesi Selatan pada Masa Kolonial Belanda

Inas Rifqia Lainufar
Raymond Pierre Paul Westerling, pembantai rakyat sulawesi selatan pada masa kolonial belanda (Foto: nimh-beeldbank.defensie.nl)

Sesampainya di Batua, 35 orang dieksekusi oleh DST. Tak berhenti di situ, Westerling juga merambah ke Bolomboddong, Tanjung Bunga, Kalukuang, hingga Suppa untuk membantai orang-orang yang dianggap ekstremis.

Cara eksekusi yang dilakukan oleh Westerling pun terbilang sangat kejam. Pasalnya, orang-orang yang dianggap ekstremis akan ditembak dan dipertontonkan di depan masyarakat.

Usai Makassar dan sekitarnya dibabat habis, DST juga merambah ke Bulukumba, Sinjai. Pare-Pare, hingga ke Sulawesi Barat. Dari peristiwa mengerikan yang berlangsung selama sekitar 3 bulan tersebut, sebanyak 40.000 jiwa telah gugur.

Belanda minta maaf dan membayar kompensasi

Setelah lebih dari 70 tahun berlalu, Raja Belanda Willem Alexander meminta maaf atas terjadinya pembantaian tersebut. Hal itu ia sampaikan dalam pidatonya saat melakukan kunjungan kenegaraan di Indonesia pada 2020 silam.

Tak hanya itu, tentara kolonial Belanda juga dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Distrik Den Haag atas terbunuhnya 11 orang di Sulawesi Selatan. Karena hal tersebut, Kerajaan Belanda diwajibkan membayar ganti rugi kepada 12 orang anggota keluarga korban.

Total ganti rugi yang harus dibayarkan pada masing-masing anggota keluarga korban adalah sebesar 10 ribu sampai 123 ribu Euro atau setara dengan Rp177 juta hingga Rp2,1 miliar.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mobil Terbakar usai Isi BBM di SPBU Pangkep, Polisi Temukan Jeriken Berisi Bensin

57 tahun lalu

ODGJ Lempari Pengendara dan Rusak Toko di Pangkep, Berujung Ditangkap Warga

57 tahun lalu

Kebakaran Rumah di Maros, Balita 4 Tahun Tewas Terjebak Kobaran Api

57 tahun lalu

Heboh 326 Kepala SMA-SMK di Sulsel Mundur Massal usai Temuan BPK, Ini Respons Kadisdik

57 tahun lalu

Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal