Banjir Gorontalo Rendam 9 Kecamatan, BNPB: 7.000 Orang Lebih Mengungsi

Binti Mufarida
Banjir yang merendam permukiman warga di Kota Gorontalo. (Foto: BNPB)

"Jumlah rumah terendam banjir mencapai 4.686 unit," katanya. 

Selain banjir,beberapa kelurahan juga turut terdampak tanah longsor. Di antaranya Kelurahan Tenilo (Kecamatan Kota Barat), Kelurahan Pohe (Kecamatan Hulanthalangi), Kelurahan Leato Utara, Leato Selatan, Botu dan Talumolo di Kecamatan Dumbo Raya.

"Seorang warga Kecamatan Kota Barat meninggal dunia akibat tertimbun material longsor," ucapnya. 

BPBD Kota Gorontalo bersama dengan pemda setempat dan lintas sektor telah melaksanakan upaya tanggap darurat berupa evakuasi warga, pendirian pos pengungsian dan dapur umum. Selain itu evakuasi sarana dan prasarana umum terdampak hingga pengerukan material longsor dan pembersihan residu banjir.

Total pos pengungsian yang telah didirikan sebanyak 59 titik tersebar di tiap kelurahan. Jumlah total warga mengungsi per 13 Juli 2024 sebanyak 7.486 jiwa. 

Terkait bencana ini, Wali Kota Gorontalo menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor dengan Nomor 256/6/VII/2024 selama 14 hari terhitung sejak tanggal 11 Juli 2024 sampai dengan tanggal 24 Juli 2024.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
7 hari lalu

Kekeringan Landa 3 Daerah di Jateng, Lebih dari 20.000 KK Kekurangan Air Bersih

13 hari lalu

Dahsyatnya Banjir Bandang Solok, 100 Rumah Terdampak hingga Jembatan Putus

14 hari lalu

Banjir Bandang di Solok, 1 Warga Ditemukan Tewas 1 dalam Pencarian

14 hari lalu

Banjir Bandang Terjang Solok, 2 Warga Hilang 4 Luka-Luka

1 bulan lalu

Cemburu hingga Tak Mau Diajak Bersetubuh, Suami di Gorontalo Tusuk Istri 15 Kali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal