Beras Sulit Terjual, DPRD Gorontalo Utara Minta Pemda Seriusi Keluhan Petani 

Antara
Anggota Komisi III DPRD Gorontalo Utara, Wisye Pangemanan saat mengunjungi gudang beras menanggapi keluhan petani terkait sulitnya penjualan. (Foto:Antara)

"Saya pribadi sangat prihatin saat mengunjungi gudang-gudang beras, stoknya belum bergerak dampak permintaan pasar yang mengalami penurunan," kata dia.

Petani mengeluhkan jika beras tidak terjual, sulit bagi mereka mengembalikan modal khususnya biaya produksi selama 120 hari mulai dari pembibitan hingga pascapanen.

"Meski panen melimpah tapi kami tidak merasa senang apalagi puas, karena tidak bisa menikmati hasil akibat beras sulit terjual," ujar Wisye menirukan keluhan petani.

Kata dia, DPRD menawarkan solusi kepada pemerintah daerah, diantaranya agar penyaluran bantuan beras melalui program keluarga harapan (PKH) agar pengadaannya dibeli dari petani lokal.

"Jangan membeli beras dari luar daerah, sebab jika beras lokal tidak terjual, dikhawatirkan akan berdampak pada musim tanam berikutnya," katanya.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
2 hari lalu

BULOG Siap Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani dan Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

2 hari lalu

BULOG Kuasai 4,5 Juta Ton, Cadangan Beras Pemerintah Indonesia Unggul Jauh Dibanding Sejumlah Negara Asia Tenggara

14 hari lalu

2 Petani di Kendal Duel Maut Pakai Tangan Kosong gegara Asmara, 1 Orang Tewas

29 hari lalu

Buaya Berkeliaran di Sawah Warga Wajo, Petani Nyaris Injak Langsung Loncat

1 bulan lalu

Bea Cukai Amankan 413 Ton Beras dan Garam yang Diimpor dari India Senilai Rp7,8 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal