"Intinya kami tetap mengharapkan kewaspadaan dari masyarakat yang tinggal di sekitar sungai atau kali yang hulunya berasal dari puncak," ucapnya.
Berdasarkan laporan pengamatan Pos Gunung Api Karangetang, asap kawah tidak teramati serta terdengar bunyi guguran lava lemah sampai kuat hingga Senin (15/5/2023) pukul 24.00 WITA.
Pada periode tersebut, terekam tujuh kali gempa guguran dengan amplitudo 10-20 milimeter dengan durasi 50-81 detik, satu kali gempa vulkanis dangkal dengan amplitudo 10 milimeter durasi lima detik.
Terekam juga empat kali gempa vulkanis dalam dengan amplitudo 20-45 milimeter, S-P: 0.5-1 detik dengan durasi 10-15 detik, satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 20 milimeter, S-P: lima detik selama 15 detik, serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-20 milimeter, S-P: 15-21 detik selama 50-63 detik.
"Gempa guguran kembali terekam, sementara status Gunung Karangetang waspada level II," ujarnya.