Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Ini Penjelasan Kemendag

Athika Rahma
Kemendag menyebut masih mahalnya harga minyak goreng disebabkan kenaikan harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit di seluruh dunia. (foto: MNC Portal Indonesia)

Selain faktor eksternal, Oke menyebut, terdapat faktor internal yang menyebabkan kenaikan harga minyak goreng. Menurutnya, produsen minyak goreng di Indonesia kebanyakan belum terafiliasi dengan kebun sawit penghasil CPO, sehingga produsen minyak goreng tergantung pada harga CPO global.

Lanjutnya, Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng dipatok di angka Rp11.000. Saat penyusunan HET tersebut, harga CPO masih berkisar antara 500-600 dolar AS per metrik ton.

"Saat ini posisinya sudah di 1.365 dolar AS per metrik ton dan itu langsung berpengaruh, karena entitas produsen minyak goreng ada 435 dan didominasi oleh ketergantungan dari CPO, karena tidak semua produsen terafiliasi dengan kebun sawitnya," ucap Oke.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Viral Minyak Goreng Bansos di Grobogan Diduga Berbau Solar, Langsung Dikembalikan Warga

1 bulan lalu

Asah Kepekaan Sosial, Peserta PKN LAN Bagikan 100 Liter Minyak Goreng ke Warga Mojokerto

1 bulan lalu

Minyak Bantuan Pangan di Klaten Berbau Solar dan Keruh, Warga Serbu Kantor Desa

2 bulan lalu

Gudang Pengolahan CPO di Pesawaran Terbakar, Warga Panik Takut Api Merembet ke Permukiman

4 bulan lalu

Kecelakaan di Bangkalan, Mobil Boks Muatan Minyak Goreng Tabrak Pohong hingga Terguling

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal