Jembatan Ambruk akibat Banjir, Warga di Bolmong Pakai Rakit untuk Menyeberang

Koran SINDO
Rakit yang dimanfaatkan warga Desa Kosio untuk menyeberangi sungai usao jembatan penghubung ambruk akibat banjir. (Foto: Istimewa)

“Bervariasi jasanya. Jika penyeberangan hanya orang saja, dikenakan biaya Rp5.000. Namun jika yang diseberangi sepeda motor, tarifnya Rp25.000,” katanya.

Akan tetapi, tarif itu bukanlah kewajiban. Dia mengaku ada beberapa warga yang ingin menyeberang tapi dengan uang yang seadanya saja.

Sementara itu, Kepala Desa atau Sangadi Desa Kosio Remi Dolot mengaku tidak ingin masuk ke ranah aktivitas warga membuka penyeberangan di sungai dengan jasa rakit bambu. Menurutnya, itu merupakan aksi spontanitas warga.

“Artinya dengan itu, warga mendapat penghasilan, mendapat pencaharian dari situ, sekaligus membantu warga. Artinya, kami mengimbau dalam aktivitas tersebut ada yang menjadi penanggung jawabnya,” ujarnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
3 hari lalu

Agam Mencekam! Banjir Rendam Ratusan Rumah, Ratusan Warga Dievakuasi

28 hari lalu

Surabaya Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat, Banyak Pekerja Terlambat akibat Kendaraan Mogok

29 hari lalu

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Surabaya usai Diguyur Hujan Deras, Aktivitas Warga Lumpuh

1 bulan lalu

2 Bulan Terendam Banjir, 1.400 Kepala Keluarga di Luwu Utara Terisolasi

2 bulan lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal