Kaleidoskop 2020: Sejarah Baru, Manado Punya Wali Kota Etnis Tionghoa dan Beragama Konghucu

Cahya Sumirat
Subhan Sabu
Andrei Angouw. (Foto: Istimewa)

MANADO, iNews.id – Tahun 2020 sebentar lagi berlalu. Selama 12 bulan berjalan ada banyak peristiwa di Kota Manado yang acapkali menyedot perhatian lebih warga. 

Pilkada di tengah pandemi Covid-19 yang cukup menguras banyak energi itu salah satunya. Apalagi calon wali kota yang terpilih kali ini berbeda. 

Sejak awal kampanye, semarak Pilkada menggelinding bak bola panas. Letupan kecil para pendukung kadang membuat cemas. Apalagi Kota Manado yang berkedudukan sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pengaruhnya cukup kuat.

Pengalaman telah mencatat, Kota Manado sejak lama dikenal sebagai kota paling toleran. Saat isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di beberapa daerah gaungnya makin kencang, tapi di kota ini nyaris tak terdengar.

Tidaklah heran jika saat hiruk pikuk kampanye Pilkada Serentak 2020 sempat menggelinding isu politik identitas tidak laku di masyarakat Kota Manado. Siapa pun kandidat yang jualan isu tersebut sudah pasti akan ditinggalkan pemilih.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tragis! Kakak Adik Tewas Tenggelam saat Mandi di Pantai Karang Ria Manado

57 tahun lalu

Dokter PPDS Anestesi Unsrat Ditemukan Tewas Tidak Wajar, Diduga Korban Perundungan

57 tahun lalu

Guncangan Gempa Magnitudo 7,7 Filipina, Warga Manado Panik Berhamburan Keluar Gedung

57 tahun lalu

Prostitusi Online di Hotel Manado Berujung Pengeroyokan dan Penikaman, 16 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

Kecelakaan di Wanea Manado Tewaskan Bayi 5 Bulan, Sopir Mobil Jadi Tersangka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal