Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG Mohamad Amir Arham mengatakan pendaftar beasiswa KIP-K di UNG mencapai 2.300 mahasiswa, sedangkan kuota yang diberikan hanya 1.430 mahasiswa.
Dengan terbatasnya kuota tersebut, UNG menerapkan kebijakan afirmasi dalam membantu pemerintah daerah khususnya di Provinsi Gorontalo, salah satunya memprioritaskan daerah dengan nilai IPM yang masih rendah.
“Nilai IPM untuk daerah di Provinsi Gorontalo menjadi dasar kita untuk melakukan intervensi, sehingga mahasiswa miskin dan berprestasi dari daerah yang memiliki IPM rendah menjadi prioritas untuk menerima beasiswa KIP-K,” kata Amir.
UNG juga memprioritaskan penyaluran beasiswa untuk mahasiswa berasal dari daerah Kabupaten Bolaangmongondow Selatan dan Kabupaten Bolaangmongondow Utara, Sulawesi Utara.
Sedangkan untuk wilayah Teluk Tomini diprioritaskan untuk mahasiswa dari daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
"Penyaluran beasiswa tersebut dapat tepat sasaran sekaligus membantu pemerintah daerah," katanya.