Sementara itu, lanjut Hamim, peningkatan kapasitas SDM, edukasi, dan sosialisasi juga dinilai penting. “Ini dibutuhkan pengelola dan/atau SDM yang berkompeten, dapat didorong melalui pelatihan dan pembimbingan. Termasuk ke aparatur tingkat desa yang memang awalnya terasa berat. Edukasi dan Sosialisasi oleh pihak BI, bank dan PJSP juga sangat berpengaruh,” katanya.
Menurutnya, sistem informasi terintegrasi penerapan KASDA Online BSG yang terintegrasi dengan SIMDA Keuangan dan dapat diakses melalui HP turut mengambil peran penting. Kemudian, membangun aplikasi SIKAP yang dapat diakses sampai ke desa dan WP, juga terintegrasi dengan SIMDAKEU, SIMDAPAT, SISMIOP, Billing BPD dan POS, Host to Host BPN, QRIS, dan Tax Clearance, jadi kunci selanjutnya.
(CM)