Petani Sulut Respons Positif Penggunaan Pupuk Organik

Antara
Pengembangan tanaman ketimun oleh petani Desa Talawaan dengan menggunakan pupuk organik. (Foto: Antara)

"Saya menanam jagung di area dengan isi sekitar 8.000 m2 atau hampir satu hektare. Hasilnya cukup baik sekitar 4 ton lebih, biasanya tidak seperti itu," kata Very.

Narasumber PT Best, Ahin, mengatakan pihaknya memberikan pendampingan kepada petani yang menggunakan pupuk organik tersebut.

"Pendampingan itu dilakukan dari awal menanam hingga panen," kata Ahin.

Dia mengatakan penggunaan pupuk organik produk perusahaan tersebut telah tersebar pada sejumlah kabupaten dan kota di Sulut. Seperti di Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, Kotamobagu.

"Sudah sekitar delapan bulan kami hadir di Sulut," katanya lagi.

Dia mengatakan pertanian di Sulut akan mendapatkan tiga manfaat dari produk dan pola tanam yang mereka terapkan.

Pertama, dapat penghematan dari biaya masa pratanam, mendapatkan hasil yang menyehatkan, dan satu lagi tanah menjadi subur apabila dipakai berkesinambungan dan berkelanjutan.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tragis! Warga Madiun Tewas Tersengat Listrik dari Jebakan Tikus di Sawah

57 tahun lalu

Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT

57 tahun lalu

Tragis! Petani Tewas Tertabrak Kereta Api di Indramayu saat Cari Padi Sisa Panen

57 tahun lalu

Tragis! Niat Pasang Jebakan Tikus, Petani di Blora malah Tewas Tersetrum

57 tahun lalu

Dendam Lama Berujung Maut, Petani di Lampung Barat Tewas Ditembak dan Dibacok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal