Benteng Kota Maas juga merupakan benteng batu yang luas, dindingnya tersusun dari batu karang dengan tebal satu depa, sedangkan tingginya mencapai empat hasta.
Rumah petinggi, pos jaga, gudang, dan permandian di dalam benteng dijelaskan oleh tim Balar, terbuat dari batu karang, sedangkan masyarakat yang tinggal di luar benteng membangun rumah dari kayu atau bambu.
Thariq mengaku cukup terkesan dengan hasil penelitian dari pihak Balar dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Gorontalo tersebut.
Ia bahkan mengenang dan mencoba menggabungkan sejarah dengan cerita masyarakat setempat tempo dulu.
"Sangat menarik bahwa kita memiliki situs sejarah Benteng Kota Maas yang berada di pusat ibu kota kabupaten dan wilayah ini sangat strategis menjadi pusat sejarah peradaban abad ke -16.