Selain itu, Tika mengatakan orang tua bisa mengajarkan anak untuk berpuasa dengan suasana yang menyenangkan dan menceritakan kisah nabi yang sesuai dengan umurnya.
Dengan meneladani kisah nabi, anak akan merasa di situasi yang sama dengan umat Islam lainnya dan mau mencoba menunaikan kewajiban sebagai muslim.
"Jadi dia analogi sekarang seumuran nabi waktu kecil sudah puasa misalnya gitu, sedikit saja faktor agamanya banyakin faktor keahlakannya," ucapnya.
Di samping itu, orang tua juga bisa memberikan apresiasi setiap usaha anak yang berpuasa dan tidak membebani anak untuk puasa setengah bulan atau satu bulan penuh.
"Dibuat jadi kayak game yang dapat sekian hari hadiahnya ini, jangan 15 atau 30 hari, mulai dari 5 hari 6 hari, namanya juga anak-anak, angkanya jangan angka dewasa harus angka anak-anak," kata Tika.
Ia juga berharap peran orang tua dalam mengajarkan nilai agama bisa lebih besar dibandingkan dengan pelajaran di sekolah.