“Perlu persiapan matang untuk membuka kembali sekolah. Murid Paud, TK, SD hingga SMP masih kategori anak-anak sehingga butuh pendampingan sementara siswa SMA yang sudah remaja mungkin perlu pendekatan berbeda,” kata dia.
Namun yang jelas, tetap harus mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19, mulai keluar rumah hingga masuk kelas dan pulang kembali.
"Kita akan rapatkan dengan kabupaten dan kota untuk membahas ini lebih dalam. Karena Paud hingga SMP adalah kewenangan kabupaten dan kota," kata dia.
Kalaupun nanti diputuskan ada daerah zona hijay yang bisa membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka. Nantinya keadaan kelas tetap dibatasi.
“Isinya mungkin setengah, lalu ada alat cuci tangan, setiap masuk kelas pakai masker waktu belajarnya dipersingkat mulai 3 hingga 4 jam dengan dibuat sistem bergilir," katanya.