“Dulu yang pertama itu, dia mau menikah dengan calon istrinya beragama Islam. Jadi dia pindah agama untuk mualaf," tuturnya.
Rasa syukur dan kebersamaan dirasakannya dengan segala macam agama anggota keluarganya. Dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2574 yang jatuh pada 22 Januari mendatang, menantunya yang beragama Islam tidak sungkan membantunya mempersiapkan kue dan membersihkan altar.
“Ya sukanya gini ramai, kalau hari-hari besar pada kumpul. Kalau sedihnya, itu tadi. Kita melaksanakan ibadahnya tak bisa serempak,” ucapnya.
Baginya, perayaan Imlek tahun ini biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Karena dari dulu sampai sekarang masih sama, tidak ada beda-beda.
"Hanya saja, semua anak-anak kumpul dengan orang tua, bisa akur penuh damai. Soal perbedaan agama tidak menjadi persoalan. Yang penting baik, hormat dengan orang tua. Itulah harapan orang tua," tuturnya.