“Kemudian mempunyai prosedur pengaturan keramaian, jam operasional sesuai jam pelayanan kesehatan dan memiliki tim terpadu beranggota dinas kesehatan, dinas pariwisata dan pihak keamanan,” kata dia.
Lebih lanjut Novrial mengatakan, meski Sumbar segera menerapkan tatanan normal baru namun dalam bidang pariwisata yang paling mungkin diharapkan hanya kunjungan dari warga di dalam Sumbar.
"Jadi sekarang yang di dalam Sumbar kalau jenuh dengan stay home, barangkali bisa berwisata. Sementara ke Bukittinggi dulu karena baru satu itu yang buka namun tetap prosedurnya dipenuhi dulu supaya bisa masuk," katanya.
Pemerintah Kota Bukittinggi, kata dia, juga diminta agar mampu mengatur wisata di new normal dengan tepat agar dapat menjadi pilihan masyarakat Sumbar.
"Karena itu daerah diminta siapkan konsep wisata 'new normal' sebab kami tetap lakukan promosi wisata melalui media sosial meskipun tidak ada even yang digelar," kata Novrial.