Pembatasan operasional tersebut diakui sangat berdampak terhadap pergerakan pesawat dan penumpang. Pada kondisi normal pergerakan pesawat dapat mencapai 100 kali perhari dengan jumlah penumpang rata-rata tercatat 10.000 orang perhari.
Namun saat ini trafik penumpang terpantau anjlok 85 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2019, sedangkan jika dibandingkan Februari-Maret 2020 ada penurunan rata-rata 30 persen.
"10 April 2019 kami mencatat ada 10.951 penumpang, tetapi pada 10 April 2020 hanya tercatat 1.592 penumpang, tampaknya Bulan April akan menjadi saat yang sulit bagi dunia penerbangan," katanya.
Selain itu, pembatasan operasional juga memaksa 16 dari 42 gerai perbelanjaan di Bandara SMB II Palembang tutup sementara demi menghindari kemungkinan terburuk dari turunnya trafik penumpang.
"Dengan kondisi seperti sekarang, bagaimanapun kami sebagai pengelola tetap memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang dan pengguna jasa penerbangan," ucap Dedy.
Pihaknya juga meningkatkan protokol keamanan kesehatan dengan mewajibkan pemakaian masker bagi seluruh orang di lingkungan Bandara SMB II Palembang untuk mencegah penularan Covid-19.