Buntut Balita Meninggal di Sumsel, Ike Julies Tiati Minta Faskes Daerah Terpencil Ditingkatkan

Tim iNews.id
Bacaleg Partai Perindo, Ike Julies Tiati, prihatin atas kasus balita di Sumsel yang meninggal saat digendong orang tuanya berjalan 10 km ke puskesmas. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Juru bicara nasional Partai Perindo, Ike Julies Tiati menyatakan prihatin atas kejadian yang dialami pasangan asal Desa Muara Karang, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Marthadinata dan Rika. Mereka harus kehilangan sang buah hati, MTA, akibat terlambat mendapatkan pertolongan medis.

Diketahui, MTA meninggal dunia dalam perjalanan saat dibawa orang tuanya untuk mendapatkan pengobatan. Sayangnya, kebun yang berada jauh dari pemukiman mengharuskan keduanya menggendong anak mereka menuju puskesmas.

Selain itu, lokasi itu sulit dijangkau oleh kendaraan dan susah mendapatkan sinyal telepon.

"Saya sangat prihatin mendengar situasi Marthadinata, Rika, dan putri mereka, MTA. Sangat tragis dan menyedihkan mendengar cerita ini. Kehilangan anak adalah hal yang paling menyakitkan bagi orang tua," kata Ike Julies Tiati kepada wartawan, Rabu (5/7/2023).

Ike Julies Tiati --yang dikenal publik sebagai mantan news anchor dengan nama Ike Suharjo itu merupakan Bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Sumatera Selatan II (Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Prabumulih, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir, Lahat, dan Empat Lawang) itu-- menyebutkan, situasi ini menyoroti pentingnya aksesibilitas layanan kesehatan dan infrastruktur di daerah terpencil seperti Desa Muara Karang.

Sayangnya, karena lokasi yang sulit dijangkau oleh kendaraan dan minimnya sinyal telepon, kemungkinan untuk mendapatkan pertolongan medis secara cepat dan tepat menjadi terbatas.

"Kisah ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya peningkatan fasilitas kesehatan di daerah terpencil, termasuk pembenahan infrastruktur transportasi dan akses komunikasi. Upaya ini akan membantu masyarakat setempat mendapatkan akses lebih mudah ke fasilitas medis dan dukungan ketika menghadapi situasi darurat," ucap Ike.

Menurut politisi Partai Perindo--partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu--, kisah sedih meninggalnya MTA ini harus menjadi kasus yang terakhir kalinya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
19 jam lalu

Jaring Talenta Muda, Perindo Cup 2026 Diikuti 72 Klub se-Kalimantan Barat

22 jam lalu

Partai Perindo Sikka Salurkan Air Bersih untuk Warga Desa Du yang Terdampak Gempa

2 hari lalu

Pendataan hingga Salurkan Makanan, Hima Domi Terus Bergerak Bantu Korban Gempa Manggarai

2 hari lalu

Kekeringan Landa Lobar, Legislator Partai Perindo Desak BPBD Siagakan Tangki Air 24 Jam

4 hari lalu

Bagikan Makanan Bergizi Gratis, Perindo Sumba Barat Daya Sasar Balita hingga Lansia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal