Dampak Virus Korona, Ekspor Karet dan Kelapa Sawit Sumsel Lesu

Antara
Petugas medis mengenakan pakaian lengkap bersiap mengevakuasi korban terjangkit virus korona di Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020). (Foto: AFP).

Sama halnya dengan komoditas sawit yakni terjadi penurunan harga tender Kantor Bersama Komoditas sebesar 10 persen dari Rp9.400 menjadi Rp8.400 pada pekan ini.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menilai penurunan harga kelapa sawit sejak dua pekan lalu hanya bersifat sementara karena dipengaruhi sentimen negatif atas merebaknya virus corona.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel Alex Sugiarto mengatakan, para pengusaha berkeyakinan bahwa setelah virus ini tertanggulangi maka harga sawit akan reborn kembali.

"Ini bersifat sementara, karena diakui saat ini perekonomian China sedang lumpuh akibat banyak kota diisolasi. Sementara di sisi lain, China menjadi tujuan ekspor terbesar negara-negara penghasil sawit," kata Alex.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
16 hari lalu

Viral Cekcok Oknum TNI dan Toke Sawit di Labuhanbatu Utara, Berawal dari Teguran

25 hari lalu

Mencekam! Bentrokan Maut Antarkeluarga Perebutan Lahan di Luwu Utara, 1 Orang Tewas

2 bulan lalu

Pembunuhan di Langkat, Penjaga Sawit Tewas Diserang 2 Rekan Pakai Parang dan Senapan Angin

3 bulan lalu

Bakar 25 Hektare Lahan Gambut untuk Sawit, Warga Pelalawan Ditangkap Polisi

3 bulan lalu

Detik-Detik Truk Sawit Terguling Timpa 10 Siswi SMP di Labuhanbatu, 1 Tewas 2 Luka Berat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal