Hujan Es Terjang Kota Pagaralam, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Pancaroba

Antara
Hujan es sebesar kelereng terjadi di Kabupaten Sleman. (Foto: dok/BPBD Sleman)

Pada awan itu terjadi golakan angin yang kencang sehingga pada proses angin kencang turun (downdraft), butiran es tersebut belum sepenuhnya mencair atau masih dalam bentuk butiran saat mencapai permukaan tanah.

Secara teori hujan es bisa terjadi di seluruh wilayah Sumsel, namun memang lebih sering terjadi di Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat karena suhu udara di sana relatif lebih rendah.

"Suhu di sana masih kurang hangat untuk es dapat mencair semuanya ketika sampai di permukaan tanah," kata dia.

Sinta mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan es karena beberapa wilayah Indonesia juga tengah dilanda hujan es dan angin kencang dalam beberapa hari terakhir.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Pacitan Magnitudo 5,8, Warga Diimbau Waspada!

57 tahun lalu

Update Gempa M 5,6 Guncang Pacitan Jatim, Getaran Dirasakan 14 Daerah di Jateng-DIY

57 tahun lalu

BMKG Ungkap Pnyebab Gempa 6,8 di Tahuna Sulut

57 tahun lalu

Gempa Terkini M 6,8 Guncang Tahuna Sulut, Getaran Kuat hingga Gorontalo

57 tahun lalu

Update Gempa Terkini M 6,8 Guncang Tahuna Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal