"Dari kebutuhan lahan seluas 15 hektare yang direncanakan, baru 9 hektare yang sudah ada kejelasa. Masalah ini harus diselesaikan secara bertahap," katanya.
Herman menambahkan, jika audit sudah selesai dilakukan maka pihaknya akan mengambil langkah-langkah tertentu. Namun, dia memastikan jika pmbangunan masjid akan tetap berjalan.
"Apakah nantinya pembangunan tetap diselesaikan yayasan atau nantinya diambil alih oleh pemerintah provinsi," katanya.