Menurut dia, pemkot cenderung memilih untuk menerapkan rapid test daripada swab test. Rapid test merupakan langkah awal dari prosedur pengecekan virus. Ini persiapan untuk pemeriksaan massal tak perlu menunggu waktu lama seiring ketersediaan alat yang cukup banyak.
“Lagi pula untuk swab itu biaya mahalnya bisa sampai Rp2 juta-an, sementara rapid lebih murah. Kalau memang nanti ada yang reaktif maka akan dilanjutkan tes swab,” kata dia.
Firtri melanjutkan, jika pun nanti ada pedagang pasar yang dinyatakan positif, maka mereka harus melakukan isolasi secara mandiri atau di tempat yang telah disediakan pemerintah, seperti di Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang
“Jika nanti ternyata pedagang tersebut masuk kategori OTG (orang tanpa gejala) maka tidak perlu pelayanan kesehatan, bisa [isolasi] mandiri atau di Wisma Atlet, tetapi kalau memang dia sakit dan butuh pelayanan medis bisa di rumah sakit,” kata dia.