Sementara itu, pelaku Doni, mengakui telah membunuh korban. Dia melakukan pembunuhan bersama saudaranya menggunakan tombak dan celurit.
Aksi pembunuh sendiri dilatar belakangi masalah utang piutang antara pelaku dengan teman korban.
"Korban datang menagih utang. Namun, kami bukan berutang dengan korban," kata Doni.
Putra Azhari, Iqbal (22) terpaksa melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika ayahnya tewas ditombak dan dibacoki oleh DA dan Dony.
Menurut Iqbal, saat itu ayahnya ditantang oleh pelaku M Doni dan seorang pria berinisial DA. Kemudian sang ayah meminta dirinya untuk menemani ke Jembatan Musi 4, Boom Baru 5 Ilir, Kota Palembang. Tapi disana, tubuh ayahnya dihujani sabetan dan tusukan senjata tajam.
Azhari menderita sejumlah luka tusuk dan sempat dibawa ke rumah sakit terdekat tapi karena lukanya cukup parah, korban pun meninggal dunia.
Untuk pengembangan kasus tersebut, pelaku M. Doni diserahkan ke Posek Ilir Timur II Palembang.