48.000 Ekor Babi Mati di Sumut, Kerugian Peternak Diperkirakan Mencapai Rp144 Miliar

Stepanus Purba
Gubernur Edy Rahmayadi saat rapat dengar pendapat penanganan kasus babi mati di Sumut, Kamis (13/2/2020). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

"Mari saudara-saudaraku, berikan masukan kepada kami untuk menangani permasalahan kematian babi di Sumatera Utara ini," katanya.

Dia mengungkapkan, Pemprov Sumut masih terus mencari solusi mengatasi wabah flu Afrika. Satu di antaranya dengan mengajak peternak beralih ke hewan ternak lain.

"Kalau itu memang tidak dipolitisir. Kami akan ubah sementara ke ternak lain yang tidak terkena virus ASF," ucapnya.

Gubernur menegaskan, Pemprov Sumut tidak akan mengambil langkah pemusnahan babi karena berdampak besar terhadap ekonomi. Apalagi dengan jumlah babi di Sumut yang mencapai 2 juta ekor.

Jika langkah pemusnahan ini diambil, maka pemerintah harus menyiapkan ganti rugi mencapai triliunan rupiah.

"Kalau itu sampai terjadi (pemusnahan), maka biaya ganti rugi babi ini mencapai Rp6 triliun," ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
20 hari lalu

Imbas Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, Gubsu Bobby Gandeng TNI-Polri Pasok BBM ke SPBU

21 hari lalu

Data Wabah ASF di Sulbar, 92 Ekor Babi Mati dan Puluhan Lainnya Terjangkit Virus

2 bulan lalu

Harga Pakan Ternak di Jember Naik, Daya Beli Masyarakat Menurun

4 bulan lalu

Respons Cepat! Bobby Nasution Turun Tangan soal Bantuan Bencana di Tapteng

8 bulan lalu

UMP Sumut 2026 Naik 7,9 Persen Jadi Rp3,22 Juta, Cek Selengkapnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal