Menurutnya, keterlambatan pasokan di sejumlah wilayah Sumatera Utara terjadi akibat penyesuaian operasional armada distribusi dalam beberapa hari terakhir.
"Dalam beberapa hari terakhir proses distribusi BBM dari terminal Medan mengalami penyesuaian operasional sehingga penyaluran ke sejumlah SPBU dilakukan secara bertahap," ujar Rafly.
Untuk mempercepat penyaluran BBM, Pertamina telah menambah 15 unit mobil tangki bantuan sehingga kapasitas distribusi dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain itu, sebanyak 30 awak mobil tangki juga dikerahkan untuk mendukung kelancaran distribusi BBM ke berbagai SPBU di Sumatera Utara.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, menyatakan akan berkoordinasi dengan Pertamina guna mengetahui penyebab antrean panjang dan kekosongan BBM di sejumlah SPBU.
Dia berharap distribusi BBM dapat segera kembali normal agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. "Kita akan berkoordinasi dengan Pertamina kira-kira kendalanya di mana," ucap Bobby.
Kelangkaan BBM yang telah berlangsung selama beberapa hari itu berdampak pada mobilitas masyarakat. Antrean panjang di sejumlah SPBU juga dikhawatirkan memicu gesekan antarpengendara hingga memunculkan kepanikan masyarakat untuk membeli BBM secara berlebihan.