Apabila Alquran diamalkan dengan baik, kata Jokowi, maka kehadiran kitab suci umat Islam itu dapat menjadi sumber kemaslahatan bagi umat dan bangsa Indonesia.
Jokowi mengatakan, melalui pembumian nilai-nilai Alquran juga supaya bisa menekan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat, penyebaran informasi palsu atau hoaks, fitnah, caci-mencaci, gesekan sebangsa se-Tanah Air dan hal negatif lainnya.
Menurut Jokowi, umat Islam sebagai unsur terbesar bangsa, ujar dia, agar juga bisa menjaga persatuan dan kesatuan yang menjadi modal kemajuan bangsa dan sumber energi Indonesia menuju negara yang sejahtera dan dalam ampunan Tuhan.
"Jangan karena urusan kecil beda pilihan politik, karena ego kita menjadi terpecah. Islam adalah agama rahamatan lil'alamin, berkah alam semesta, berkah umat bagsa," katanya.
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, MTQ merupakan ajang yang penting untuk umat Islam. Kehadirannya ikut menjaga Alquran sesuai dengan konteks kekinian.
MTQ, kata dia, juga berperan untuk mengembangkan pemahaman dan membumikan Alquran di tengah masyarakat, terutama bagi umat Islam.
Ajang tersebut, lanjut dia, memiliki dimensi yang luas sehingga bisa berperan untuk lintas sektor. "MTQ ini bukan hanya keagamaan tapi juga politik, ekonomi, sosial, peradaban. MTQ ini juga untuk menjaga Alquran, ayat keilmuan maupun nilai seninya," kata dia.