Abu vulkanik terpantau bergerak ke arah timur hingga tenggara. Aktivitas kegempaan juga masih berlangsung dengan catatan sembilan kali gempa hembusan, enam kali gempa vulkanik dalam, serta tremor menerus dengan amplitudo dominan 2 milimeter. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.
Untuk memperkuat pengamanan, Polda Sumut menyiagakan 176 personel yang terdiri atas 92 personel Brimob, 80 personel Samapta dan empat personel tim kesehatan. Ratusan personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengamankan wilayah rawan, membantu mobilitas masyarakat, mendukung proses evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, serta memastikan warga memperoleh informasi resmi terkait perkembangan erupsi.
Selain itu, penanganan juga diperkuat sekitar 550 personel gabungan yang terdiri atas 500 personel TNI dan 50 personel Pemerintah Kabupaten Karo.
Seiring meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung, radius aman ditetapkan hingga enam kilometer dari pusat aktivitas gunung. Sementara itu, risiko tinggi lontaran material berada di sekitar 3 kilometer.
Desa Payung dan Desa Kuta Tengah menjadi wilayah yang mendapat perhatian karena memiliki potensi terdampak awan panas. Kawasan Lau Kawar dan kebun anggur juga ditutup sementara untuk mencegah masyarakat mendekati area berbahaya. Polri bersama TNI, BPBD, PVMBG, dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta sterilisasi kawasan yang berpotensi terdampak.