Selain ancaman awan panas, kata Sutopo, warga juga diimbau untuk menjauhi sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung karena potensi lahar dingin sangat tinggi akibat letusan tersebut.
Menyikapi kembali meletusnya Gunung Sinabung, kata Sutopo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Karo sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait ancaman bencana lahar dingin kepada warga yang tinggal di di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.
Dihujani Abu Vulkanik
Sementara itu, hujan abu mulai melanda kawasan Kabupaten Karo dan sekitarnya. Salah seorang warga, Ramaginting mengungkapkan abu vulkanik mulai masuk ke rumah-rumah warga dampak dari letusan Sinabung. “Abu (vulkanik) Sinabung dateng lagi dan pake acara mati lampu, selama di sini baru ngerasain,” tutur Ramaginting dalam akun Twitternya @Ramaginting3.
Gunung Sinabung sebelumnya meletus pada Senin, 19 Februari 2018. Letusan dahsyat tersebut membuat sebagian wilayah Karo tampak gelap karena tertutup abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung.
Suasana di sekitar Desa Perbaji, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, nampak gelap gulita layaknya malam hari, setelah debu vulkanik dari Gunung Sinabung menyelimuti kawasan tersebut. Akibatnya, jarak pandang pun semakin menipis. Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 08.53 WIB, Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi hebat.
Erupsi kali ini disertai lontaran material debu vulkanik setinggi 5.000 meter di atas permukaan kawah. Gunung Sinabung juga memuntahkan awan panas setinggi 4.900 meter ke sektor tenggara timur dan 3.500 meter sektor barat selatan.